CERPEN: Prahara Persahabatan



PRAHARA PERSAHABATAN
Oleh: Krisnawati


Lemparan keras bola basket tanpa sengaja bersarang dibahu Kina. Sontak mata Kina dengan tatapan yang garang mencari – cari sang pelempar bola itu. Sesosok pria yang menjadi idola di SMA PEKERTI  tempat Kina menuntut ilmu datang menghampiri Kina dengan wajah penuh penyesalan. Dengan sendirinya neuron diotak Kina mengatakan bahwa laki – laki inilah yang telah membuat bahunya terasa sakit.
 “Kin, maafkan Aku! Aku benar – benar tidak sengaja” kata Choki.
 “Maaf – maaf! gara – gara Kau bahuku terasa sakit” jawab Kina dengan mata yang melotot tajam pada Choki bersiap melahap Choki hidup – hidup.

Kina seorang gadis berkulit hitam manis memang sangat membenci Choki, Kina sendiri bingung apa yang membuat hatinya sangat membenci pria yang dulu pernah sekelas dengannya bahkan pernah menjadi sahabatnya itu. Sentuhan udara sejuk mengantar pikiran Kina melayang jauh kembali disaat mereka masih duduk dikelas sepuluh.


Seperti biasa, setiap pagi dikelas X.A yang juga merupakan kelas Kina dan Choki selalu diramaikan oleh teriakan histeris dari gadis – gadis belasan tahun yang menyukai Choki. Nama Choki Yurataka memang saat ini sangat terkenal di SMA PEKERTI. Nama itu melambung karena Choki sempat memenangkan lomba bola basket di ajang Bupati Cup, ditambah lagi  Ia menjadi Top Score. Padahal dulunya Choki hanyalah seorang pelajar keturunan Jepang biasa yang cukup dekat dengan Kina bahkan nyaris tak dikenal siswi SMA PEKERTI.

Bersama sisa – sisa tetesan embun pagi, dua sejoli terlihat melangkahkan kaki beriringan memasuki gerbang sekolah. Kedekatan dua sejoli itu terlihat jelas bahkan dapat dilihat oleh orang buta sekalipun. Kina terkekeh melihat barisan gadis – gadis yang siap menyambut sang pangeran untuk memasuki istana.
“Wah! Sekarang sahabatku jadi pangeran tampan yang dikejar putri – putri cantik” sindir Kina sambil menunjukkan lesung pipi yang sangat manis.  Spontan tangan Choki mendorong Kina dengan lembut “Ah! Kamu pasti bangga punya sahabat yang terkenal seperti Aku”
 “Bangga? Ah! Biasa saja. Dimataku Kamu itu tetap sahabatku yang dulu, bukan pangeran ataupun idola sekolah”.  Sepanjang perjalanan dari gerbang sekolah kekelas yang sebenarnya tidak jauh tapi, berhubung mereka melangkahkan kaki bagai pengantin, perjalanan itu terasa lama. Mereka terus bercerita dan tertawa ria tanpa memperdulikan suara teriakan histeris dari gadis – gadis remaja yang cukup untuk memekakkan gendang telinga Choki dan Kina. Diantara barisan gadis – gadis itu, berdirilah seorang gadis bernama Grace dengan memamerkan wajah penuh kebencian pada sesosok gadis yang saat ini bejalan bersama Choki. Grace gadis yang mendapat gelar remaja tercantik di SMA PEKERTI ini memang selalu bisa mendapatkan hati pria yang Dia sukai. Dari kejauhan Kina menyadari tatapan tidak suka yang dilontarkan oleh Grace, tapi Kina berpura – pura tidak menyadari tatapan itu. Melihat Kina yang tidak memperdulikan tatapan bencinya, Grace semakin memanas dan berjanji pada dirinya sendiri akan memberi pelajaran istimewa pada Kina. “Awas Kau Kina!” ancam Grace.

Bell ISHOMA (Istirahat Sholat Makan) akhirnya terdengar ditelinga Kina seakan membawa air sejuk dikepala Kina yang gersang akibat pelajaran Fisika. Melihat ekspresi sahabatnya itu Choki tersenyum simpul lalu melangkah ketempat duduk Kina.
“Kin, mau kekantin bersamaku?” ajak Choki.
 “Mau, tapi traktir Aku!”
 “Iya, pasti Aku traktir. Tapi tidak lebih dari Rp.10.000” jawab Choki. Yang dibalas dengan senyuman manis Kina sembari berdiri dari tempat duduknya.
 “Chok, sepertinya si Ratu Sejagat itu suka sama Kamu” kata Kina disela – sela memakan bakso. Choki tersedak mendengar penuturan sahabatnya karena saat itu Choki sedang meminum segelas Good Tea “Hah? Tidak mungkin. Dulu waktu Aku menyatakan perasaanku, Dia bilang Aku ini tidak pantas untuknya”
 “Itu dulu. Sekarang Kamu beda Chok! Kamu...”
 “Ah! Tidak mungkin gadis cantik itu menyukaiku” potong Choki saat Kina berbicara. “Dengarkan aku Choki! Dulu saat Kamu menyatakan perasaanmu, Kamu bukan siapa – siapa, jelas saja Grace menolakmu. Sekarang Kamu itu idola sekolah. Semua gadis disekolah ini ingin mengisi hatimu termasuk si Grace itu!” jelas Kina.
Choki hanya mampu menunjukkan wajah tak percaya meski dihatinya Choki merasakan perasaan  senang yang luar biasa.
 “Kina ternyata Kau disini, tadi kepsek mencarimu coba sekarang Kamu temui Dia” kata Anggi yang tiba – tiba datang.
 “Chok, Aku temui kepala sekolah dulu” ujar Kina.
 “Aku ikut Kin” pinta Choki pada Kina.
 “Tidak perlu, mungkin kepsek ingin bicara empat mata denganku” jawab Kina sambil melangkah pergi meninggalkan Choki yang masih duduk dibangku kantin. Tiba – tiba didepan ruang kepala sekolah dua pasang tangan gadis menarik tubuh Kina menyeretnya menuju WC.
 “Kau orang yang bernama Kina?” tanya Grace dengan nada sinis.
 “Iya!” jawab Kina garang.
 “Kau bukan siapa – siapa disekolah ini jangan coba melawanku!”
 “Aku tidak takut dengan ancamanmu Grace” mendengar itu sontak Grace semakin marah dan menyuruh sahabat – sahabatnya menampar, mendorong dan menarik rambut Kina kuat – kuat. Kina tak mampu melawan dan hanya bisa menahan rasa sakit akibat perlakuan teman Grace.
 “Lihat! Kau tidak bisa berbuat apa – apa sekarang! Jadi turuti mauku!” ancam Grace sambil menarik rambut Kina membuat Kina menenggadahkan wajahnya keatas.
“A-apa m-ma-u-umu?” tanya Kina terbatah – batah.
“Jauhi Choki!”
 “Tapi...”
“Tapi apa? Jauhi Choki atau Aku akan menyiksamu seperti ini setiap hari” ancam Grace.
 “B-baik” jawab Kina dengan berat hati.

Semenjak kejadian itu, sebisa mungkin Kina menjauh dari Choki. Kesempatan ini dijadikan Grace sebagai waktu yang tepat untuk mendekati Choki. Beberapa hari berlalu, Choki merasa sangat senang karena perasaannya terbalas juga. Kini Choki dan Grace menjadi sepasang kekasih yang sangat serasi cantik dan tampan. Choki tidak sabar lagi menceritakan pada Kina bahwa saat ini Dia sudah berpacaran dengan wanita yang diimpikannya, tapi Kina tetap saja menghindar dari Choki.

Sebulan berlalu, hubungan Choki dan Kina tak banyak berubah. Choki dan Grace juga semakin terlihat mesra diberbagai kesempatan. Hingga waktu membantu Kina mengungkap kebusukan Grace. Kina sedang pergi kesuatu mall, tanpa sengaja mata Kina tertarik pada pemandangan sepasang kekasih yang tampak mesra. Dari kejauhan Kina merasa mengenal gadis itu. Kedua mata Kina terbelalak, jantungnya berdegup kencang, emosinya pun mencapai puncak tertingginya. Gadis itu adalah Grace tapi laki – laki itu bukan Choki. “Ternyata Dia selingkuh!” Kina geram.

          Semalaman Kina bergelut dalam dilema yang luar biasa, hingga akhirnya Ia memutuskan akan memberitahu hal yang Ia lihat kemarin pada Choki.
“Choki!” panggil Kina sembunyi – sembunyi sambil mnggerakkan tangan sebagai bahasa tubuh dari kemari.
“Ada apa Kina? Banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu!” kata Choki setelah mendekati Kina.
“Aku tahu Choki” “Kin, kenapa akhir – akhir ini Kamu menjauh dariku?” tanya Choki ingin tahu.
“Itu ceritanya panjang, yang jelas Aku mau memberitahu Kamu sesuatu” “Soal apa Kin?”
“Soal Grace! Kemarin Aku melihat Grace bermesraan dengan laki – laki lain di mall” jelas Kina yang dibalas oleh Choki dengan tatapan melotot tak percaya
“Tidak mungkin Kin! Aku tahu kamu tidak menyukai Grace, tapi Kamu tidak berhak untuk memfitnahnya dihadapanku!”
“Hah? Siapa yang mau memfitnah Ratu Sejagat itu! Aku peduli padamu Choki! Kamu sahabatku, Aku tidak mau gadis itu mempermainkan perasaanmu” sahut Kina marah tak terima dengan tuduhan sahabatnya
 “Cukup Kin! Jangan menjelek - jelekkan Grace lagi, Aku tidak terima”
 “Aku hanya mengingatkanmu Choki! Sekarang terserah padamu mau percaya atau tidak pada sahabatmu ini” ucap Kina sambil berlalu pergi dari hadapan Choki yang masih terpaku membayangkan perang mulut antara Ia dan Kina. Tiba – tiba sentuhan lembut dibahu Choki membangunkan Ia dari lamunannya.
 “Sayang, sedang apa Kamu disini?” tanya Grace.
 “Ah, tidak! Oh iya kemarin Kamu pergi kemana?”
dengan pintarnya Grace menjawab “Aku? Kemarin Aku tidak kemana – mana. Aku sakit! Haaciiiiiiiim!” melihat keadaan Grace sontak saja Choki percaya padanya.

          Hubungan Choki dan Kina semakin memburuk, nyaris tidak ada tegur sapa lagi diantara keduanya. Persahabatan yang dulu terlukis indah berubah menjadi tumpukan kebencian yang menjulang tinggi.

          Dua bulan berlalu, Choki semakin tak perduli pada masalah persahabatanya dengan Kina. Choki semakin sayang pada Grace. Grace-lah yang selalu menutup rasa rindu Choki pada Kina. Hingga Choki sendiri yang menjemput kebenaran sesungguhnya, tanpa sengaja Choki melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Grace memiliki kekasih lain, saat itulah Choki langsung memutuskan hubungannya dengan Grace. Seminggu lamanya Choki sedih, bukan karena kandasnya hubungannya dengan Grace tapi karena kebodohannya yang tidak percaya pada perkataan Kina. Berulang kali Choki meminta maaf kepada Kina, tapi Kina terlanjur sangat marah pada Choki. Kini, hari – hari yang dirasakan Choki terasa tak menggairahkan, meski Ia selalu dikelilingi gadis – gadis cantik tapi tetap saja hatinya terasa kehilangan sesuatu. Choki mengira perasaan itu karena Ia kehilangan sahabatnya. Tapi semakin hari perasaan rindu itu terus menggebu – gebu.

“Kina!” suara laki – laki yang menyebut namanya menyadarkan Kina dari lamunan panjangnya.
 “Kamu Di, ada apa?” tanya Kina. 
“Ada yang ingin Aku bicarakan denganmu” ucap Dodi serius.
“Tentang?”
“Sudah lama Aku memperhatikan Kamu dan Choki tidak saling tegur sapa padahal dulu kalian sangat dekat”
“Ceritanya panjang Di, dan Aku mau melupakan masalah itu” kata Kina dengan raut wajah sedih.
“Lantas kenapa Kamu tidak memaafkan Choki?” tanya Dodi.
 “Aku terlanjur sakit hati Di”
“Sakit hati? Kenapa mesti sakit hati, apa Kau menyukai Choki?” Dodi bingung. Teeeeett! Bell masuk berbunyi dengan jelasnya.
“Sudah bell, Aku kekelas dulu Kin” belum sempat Kina menjawab pertanyaan Dodi, Ia sudah berlalu pergi.

          Saat ISHOMA Kina memutuskan pergi ke perpustakaan, Ia terus teringat pertanyaan Dodi tadi pagi.
“Benar juga yang dikatakan Dodi, kenapa Aku harus sakit hati. Apa aku menyukai Choki?” tanya Kina pada dirinya.
“Kina Kau disini juga rupanya!” sapa Choki.
“Ah iya” jawab Kina tanpa ekspresi berharap Choki tidak mendengar pertanyaannya tadi.
 “Kin!”
 “Iya!”
“Aku rindu Kamu!” mendengar itu mata Kina terbelalak jantungnya berdegup kencang.
“A-aku ingin kita seperti dulu lagi, terasa ada yang kurang dalam hidupku saat Kamu tak disisiku Kin” kini mulut Kina membentuk huruf O yang lebih besar dari sebelumnya.    
“Sekarang Aku sadar, serpihan hatiku ada pada dirimu Kina! Aku ingin kita lebih dari sahabat dan maafkanlah kebodohanku yang tidak mempercayai kata – katamu, Grace memang bukan gadis yang baik untukku” tanpa tersadar butiran air mata bening perlahan menetes membasahi pipi Kina.
Tiba – tiba Choki memeluk Kina dalam dekapan hangatnya, Kina hanya menurut dipeluk Choki dan tetap diam dalam pelukan sahabatnya.
“Jadi, maukah Kamu mengembalikan serpihan hatiku dengan tetap bersamaku Kina?” tanya Choki pada Kina disela – sela pelukan.
“I-iya Choki! Aku juga sudah memaafkanmu” jawab Kina. Mendengar ucapan Kina jantung Choki seakan ingin melompat dari tempatnya, Ia begitu bahagia.
 “Terima kasih Kina, Aku sangat menyayangimu” ucap Choki sambil memegang kedua tangan Kina sekaligus sebagai penutup pelukan mereka. Kini Persahabatan Kina dan Choki menjadi pemandangan biasa di SMA PEKERTI seperti beberapa bulan yang lalu bahkan kedekatan mereka yang tak pernah ragu – ragu mereka perlihatkan itu sempat membuat teman – temanya merasa iri.    


Selesai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHORT STORY ABOUT MY LIFE

ESSAY: CUCU BUTI “CUMI – CUMI BUMBU TINTA” SEBAGAI WUJUD OPTIMALISASI POTENSI LOKAL MELALUI KULINER KHAS SULAWESI TENGAH GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN NASIONAL BERBASIS SEKTOR PERIKANAN DAN KELAUTAN

CERPEN: Hujan Cinta