SHORT STORY ABOUT MY LIFE
30 Maret 2014,
tepat 17 tahun lalu Aku dilahirkan dari rahim seorang wanita yang Aku sebut Mamak. Banyak yang berkata bahwa 17 tahun adalah saat - saat yang paling membahagiakan.
bagiku, 17 tahun adalah saat yang memaksaku untuk dewasa, begitu banyak ujian yang Aku rasakan.
Dari sekian banyakknya cobaan itu, salah satu yang mampu membuatku benar - benar rapuh adalah dipanggilnya Bapakku. Kukira itu puncak dari segala kesedihan yang akan kurasakan. Namun, bahagia terlalu pendek Aku berangan. Cobaan - cobaan lain terus menguhamku, terus memaksaku untuk dewasa.
Hingga kini Aku merasa dititik terbawahku, semua yang kuharap satu - persatu berbalik terbalik. Sakit rasanya. Saat Aku tahu bahwa sebelumnya Aku berada diatas dan tiba - tiba semenit kemudian Aku benar - benar dibawah. Itulah hidup.
Sekarang, kegelisahan, ketakutan, keraguan, kesedihan menjadi teman yang paling setia dihidupku. Betapa tidak, hampir setiap jam Aku temui mereka. Sempat seketika, muncul keinginan untuk bangkit. Aku yang kecil bertekad untuk bangkit. Tapi, lagi - lagi cobaan datang menghujamku hingga Aku kembali terjatuh dilembah duka.
Kini, Krisnawati lemah butuh penopang yang mampu membuatnya berdiri tegak, meski tak setegak sebelumnya.
tepat 17 tahun lalu Aku dilahirkan dari rahim seorang wanita yang Aku sebut Mamak. Banyak yang berkata bahwa 17 tahun adalah saat - saat yang paling membahagiakan.
bagiku, 17 tahun adalah saat yang memaksaku untuk dewasa, begitu banyak ujian yang Aku rasakan.
Dari sekian banyakknya cobaan itu, salah satu yang mampu membuatku benar - benar rapuh adalah dipanggilnya Bapakku. Kukira itu puncak dari segala kesedihan yang akan kurasakan. Namun, bahagia terlalu pendek Aku berangan. Cobaan - cobaan lain terus menguhamku, terus memaksaku untuk dewasa.
Hingga kini Aku merasa dititik terbawahku, semua yang kuharap satu - persatu berbalik terbalik. Sakit rasanya. Saat Aku tahu bahwa sebelumnya Aku berada diatas dan tiba - tiba semenit kemudian Aku benar - benar dibawah. Itulah hidup.
Sekarang, kegelisahan, ketakutan, keraguan, kesedihan menjadi teman yang paling setia dihidupku. Betapa tidak, hampir setiap jam Aku temui mereka. Sempat seketika, muncul keinginan untuk bangkit. Aku yang kecil bertekad untuk bangkit. Tapi, lagi - lagi cobaan datang menghujamku hingga Aku kembali terjatuh dilembah duka.
Kini, Krisnawati lemah butuh penopang yang mampu membuatnya berdiri tegak, meski tak setegak sebelumnya.

Komentar
Posting Komentar