PUISI: Rasa Sang Rentang
Rasa Sang Rentang
Terkesan manis lisan mengucap
Melayangkan angan dalam sekejap
Aku...
Rentang terbaring sendiri
Memikul beban berat mandiri
Berharap tibalah menuai cita
Sayang dirasa tak datang
Terus terpuruk berlapis nelangsa
Aku...
Yakinkan diri membuka mata
Inginkan yang tak mungkin nyata
Mata menatap tiada henti
Syukuri sebuah makhluk karunia nan berarti
Sisi raga mengharap lebih
Namun, tertahan segala cita akanNya
Bukanlah berharga diri ini
Meminta pangeran terbaik
Hanya sebuah pinta yang tiada nyata
Berharap pangeran mampu membaca rasa
Disini ditempat ini rasa menanti
Untukmu kelak pemimpin
Jiwa raga rentang ini
Komentar
Posting Komentar