CERBER: Serpihan Hati
SERPIHAN
HATI
Oleh : Krisnawati
“Aduh!” sontak terucap dari lisanku
ketika kudapati Dia menabrakku dari samping. Ntah apa yang sebenarnya tengah
terjadi. Tapi, firasat hatiku yang biasanya tak salah, menduga tabrakan itu
hanya rekayasa semata. Ya layaknya bahasa gaul sekarang MODUS!.
Aku hanya memandang sekilas yang
dibumbui tatapan kesal. Harus Aku akui Dia memang cukup mempesona. Dia yang
selalu dipuja kaum hawa, Dia yang selalu di kagumi wanita dan Dia yang selalu
ditatap mata indah perempuan.
Aku yang telah memiliki pujaan hati
sendiri sama sekali tak berniat untuk mengaguminya juga, layaknya teman –
temanku.
“Hei! Bisa nggak, nggak usah pakek
nabrak – nabrak gini!” celaku saat tabrakan kembali terjadi diwaktu yang tak
berselang begitu lama.
“Sorry – sorry, nggak bermaksud
gitu. Bener deh!” ucapnya dengan wajah sok manis.
“Ih sok manis!” balasku kesal.
“Hei! Aku Randes” ucapnya sembari
menjulurkan tangannya kearahku yang sontak menghentikan langkah kaki keduaku.
“Aku tahu, Kamu pikir Aku kuper
gitu. Sampe – sampe nama teman seangkatan ak nggak kenal. Please deh udah dua
tahun kale kita satu sekolah”
“Emmm... tapi Aku belum tau namamu!”
“Oh dasar Kamunya aja yang nggak
membaur!” kututup mulutku rapat – rapat usai Aku melontarkan kalimat itu dan
langsung beranjak pergi menjauh.
Semakin hari tabrakan – tabrakan yang
menurutku nggak bermutu itu terus terjadi. Hingga tiba saatnya Aku merasa risih
dan terganggu dengan hal itu.
Bersambung....
Komentar
Posting Komentar